Skrining TBC di Ambal II Jangkau Kelompok Berisiko
Skrining TBC di Ambal II Jangkau Kelompok Berisiko
KEBUMEN – Sebanyak 135 warga dengan faktor risiko tinggi Tuberkulosis (TBC) mengikuti kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang diselenggarakan di Puskesmas Ambal II pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menemukan kasus TBC sedini mungkin agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan dan mencegah penularan lebih luas di masyarakat.
Peserta yang mengikuti skrining merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC, yaitu kontak erat pasien TBC serta masyarakat dengan riwayat gula darah tinggi atau diabetes melitus. Kelompok ini menjadi prioritas karena memiliki peluang lebih besar mengalami infeksi maupun perkembangan penyakit TBC.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, skrining gejala TBC, pemeriksaan foto rontgen (X-Ray) dada, serta konsultasi kesehatan setelah pemeriksaan. Hasil pemeriksaan kemudian dievaluasi untuk mengetahui apakah terdapat indikasi yang mengarah pada penyakit TBC.
Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, Sp.Rad., M.M.R., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan membacakan hasil pemeriksaan rontgen peserta. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya memastikan proses skrining berjalan optimal sehingga peserta dapat memperoleh informasi kesehatan secara cepat dan tepat.
Bagi peserta yang hasil pemeriksaannya menunjukkan dugaan TBC, dilakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) melalui sampel dahak. Pemeriksaan lanjutan ini bertujuan memastikan diagnosis sehingga pasien yang terkonfirmasi dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kegiatan ACF TBC memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Selain membantu menemukan kasus yang belum terdeteksi, skrining ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Dengan diagnosis dan pengobatan yang cepat, risiko komplikasi penyakit dapat ditekan, peluang kesembuhan meningkat, serta penularan TBC kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat dicegah.
Upaya penemuan kasus secara aktif juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung program eliminasi TBC. Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang untuk memutus rantai penularan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau mengalami gejala TBC. Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kebumen bersama Puskesmas Ambal II akan terus memperkuat upaya deteksi dini dan pendampingan pengobatan guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas TBC.
