Gambaran Angka Kejadian Anemia pada Anak Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal 2 Tahun 2026 oleh dr I Made Ngurah Yogi Wisnu Prastya
Gambaran Angka Kejadian Anemia pada Anak Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal 2 Tahun 2026 oleh dr I Made Ngurah Yogi Wisnu Prastya
Gambaran Angka Kejadian Anemia pada Anak Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal 2 Tahun 2026
dr I Made Ngurah Yogi Wisnu Prastya
Peserta Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan III Tahun 2025, Kebumen, Indonesia
Abstrak
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Anak stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat kekurangan zat gizi mikro, terutama zat besi, serta paparan penyakit infeksi berulang. Namun, bukti mengenai kejadian anemia pada anak stunting masih menunjukkan variasi, sehingga diperlukan data lokal untuk mendukung perencanaan intervensi kesehatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ambal 2, Kabupaten Kebumen, pada Januari–Februari 2026. Sampel penelitian terdiri dari 67 anak stunting usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 126 anak. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb digital. Anemia didefinisikan sebagai kadar hemoglobin <11 g/dL sesuai kriteria WHO.
Hasil: Sebanyak 11 dari 67 anak stunting (16,4%) mengalami anemia, sementara 56 anak (83,6%) memiliki kadar hemoglobin normal. Anemia ringan ditemukan pada 6 anak (8,9%) dan anemia sedang pada 5 anak (7,5%), tanpa kasus anemia berat. Variasi kejadian anemia antar wilayah ditemukan dengan proporsi tertinggi di Desa Kembangsawit (66,67%) dan Pagedangan (50,00%).
Kesimpulan: Kejadian anemia pada anak stunting di wilayah penelitian tergolong relatif rendah, namun skrining hemoglobin secara rutin tetap diperlukan untuk deteksi dini dan penguatan intervensi gizi pada anak stunting.
Kata kunci: stunting, anemia, hemoglobin, balita.
