Analisis Pengaruh Berat Badan Lahir dan Pemberian ASI Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal II, Kabupaten dr. Ornella Chrisdani Adhi
Analisis Pengaruh Berat Badan Lahir dan Pemberian ASI Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal II, Kabupaten dr. Ornella Chrisdani Adhi
Analisis Pengaruh Berat Badan Lahir dan Pemberian ASI Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal II, Kabupaten Kebumen
Ornella Chrisdani Adhi
Peserta Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan III Tahun 2025, Kebumen, Indonesia
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih berada di atas ambang batas masalah kesehatan masyarakat menurut WHO. Berat badan lahir dan pemberian ASI merupakan faktor risiko stunting yang berperan penting terhadap pertumbuhan anak. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi permasalahan stunting, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Ambal II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berat badan lahir dan pemberian ASI terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ambal II.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi potong lintang. Sampel merupakan seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Ambal II yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin.
Hasil: Anak yang mengalami stunting paling banyak memiliki berat badan lahir normal (2500-3999 gram) yaitu 29 anak (80,56%). Anak yang mengalami stunting meskipun diberikan ASI sebanyak 34 anak (94,4%).
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh langsung dari berat badan lahir dan pemberian ASI terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ambal II, Kabupaten Kebumen. Hal ini disebabkan oleh stunting yang merupakan gangguan multifaktorial sehingga harus dilakukan analisis secara komprehensif untuk mengetahui determinan stunting.
Kata Kunci: stunting; berat badan lahir; pemberian ASI
